Selasa, 25 Juli 2017

Dasar Hukum Formasi Pegawai Negeri Sipil

Definisi Formasi Pegawai Negeri Sipil adalah jumlah Pegawai Negeri Sipil yang dibutuhkan dalam sebuah organisasi negara untuk melaksanakan tugasnya dalam waktu tertentu.

Formasi Pegawai Negeri Sipil telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Pasal 15 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999, dinyatakan bahawa "jumlah dan susunan pangkat Pegawai Negeri Sipil yang diperlukan ditetapkan dalam formasi".
Untuk formasi tersebut ditetapkan untuk jangka wakyu tertentu berdasarkan jenis, sifat, dan pekerjaan yang harus dilaksanakan.

Formasi Pegawai Negeri Sipil dibedakan menjasi 2, yaitu formasi Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah. Berikut adalah persamaan dan perbedaan keduanya:

Persamaan:
Sama-sama bekerja pada suatu satuan organisasi pemerintah

Perbedaan:
Formasi Pegawai Negeri Sipil pusat bekerja di organisasi pemerintahan pusat, sedangkan formasi PNS daerah bekerja di organisasi pemerintah daerah.

Ada beberapa dasar hukum yang mengatur formasi Pegawai Negeri Sipil, berikut pemaparannya:

DASAR HUKUM


Undang Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian yang telah diubah dengan Undang- Undang nomor 43 tahun 1999.

Peraturan pemerintah nomor 97 tahun 2000 tentang formasi Pegawai Negeri Sipil Juncto Peraturan Pemerintah nomor 54 tahub 2003 tentang perubahab  atas peratyran pemerintah nomor 97 tahun 2000 tentang formasi Pegawai Negeri Sipil

Surat keputusan kepala badan kepegawaian negara nomor 26 tahun 2004 tanggal 6 Mei 2004 tentang ketentuan pelaksanaan Peraturan Pemerintah nomor 97 tahun 2000 tebtang formasi Pegawai Negeri Sipil yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah nomor 54 tahub 2003

Keputusan Presiden yang mengatur tentang organisai dan tata kerja instansi yang bersangkutan.
Golongan Ruang Calon Pegawai Negeri Sipil

Setelah penerimaan pegawai, dalam menyusun Daftar Urut Kepangkatan (DUK) membutuhkan keterangan golongan ruang untuk memudahkan klasifikasi dan pencatatan urutan kepangkatan pegawai.

Golongan ruang juga berfungsi sebagai acuan dalam pemberian gaji, karena tiap golongan tentu saja gajinya berbeda.

Berikut adalah golongan ruang dari yang terendah hingga tertinggi:

Golongan ruang I/a
Bagi yang pada saat melamar serendah rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Sekolah Dasar atau yang setingkat.

Golongan ruang I/c
Bagi yang pada saat melamar serendah rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Sekolah Menengah Pertama atau yang setingkat.

Golongan ruang II/a
Bagi yang pada saat melamar serendah rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Sekolah Menengah Atas atau yang setingkat.

Golongan ruang II/b
Bagi yang pada saat melamar serendah rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Diploma II atau yang setingkat.

Golongan ruang II/c
Bagi yang pada saat melamar serendah rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Sarjana Muda, Akademi atau Diploma II atau yang setingkat.

Golongan ruang III/a

Bagi yang pada saat melamar serendah rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Sarjaja (S1) atau Diploma IV atau yang setingkat.

Golongan ruang III/b
Bagi yang pada saat melamar serendah rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Dokter, Apoteker dan Magister atau yang setingkat.

Golongan ruang III/c

Bagi yang pada saat melamar serendah rendahnya memiliki dan menggunakan Ijazah Doktor (S3) atau yang setingkat.

0 komentar:

Posting Komentar