Senin, 08 Mei 2017

Apa bedanya PLK dengan PKL?

Untuk anak SMK atau MAK kata PLK dan PKL sudah tidak asing lagi, bahkan dari awal masuk sekolah guru ataupun pembimbing seringkali mengingatkan hal ini. orang awam seringkali terbalik dalam memaparkan antara PLK dengan PKL, sebelum kita ketahui apa bedanya PLK dengan PKL mari kita ketahui dulu apa arti dari kedua kata tersebut.

PLK (Pengenalan Lingkungan Kerja)

Pengelan Lingkungan Kerja (PKL) atau yang sering disebut kunjungan industri merupakan tahap dimana siswa diperkenalkan dengan lingkungan kerja yang sebenarnya dengan diberi penjelasan dari pihak yang sudah berpengalaman mengenai penjurusan atau bidang studi yang diambil, siswa SMK/MAK diwajibkan melaksanakan PLK terlebih dahulu sebelum PKL disesuaikan dengan aturan yang berlaku.
Siswa SMK Pasundan 1 Banjaran di Kantor Gubernur DIY

PKL (Praktek Kerja Lapangan)

Sebagian orang menyebut PKL (Praktek Kerja Lapangan) dengan Prakerin yaitu Praktek Kerja Industri, masih sama-sama saja, hanya beda sebutan. PKL ini merupakan proses siswa mempraktekan kegiatan yang sudah dipelajarinya pada suatu instansi, seharusnya PLK dilaksanakan selama 6 bulan, namun beberapa sekolah melaksanakannya hanya dengan 2-4 bulan saja, dikarenakan situasi dan kondisi yang disesuaikan. Siswa yang melaksanakan PKL belum tentu dibayar, pembayaran gaji siswa SMK/MAK biasanya tergantung pada suatu instansi, hal ini sangat berbeda lagi dengan magang.
Mengenai magang, hal tersebut sudah tentu dibayar karena ada beberapa konsekuensi dari pemerintah yang mengatur mengenai magang. Dalam pelaksanaannya magang berdurasi selama setahun, hanya beberapa sekolah saja yang berani menerapkan sistem magang disekolah, mayoritasnya sekolah lebih menganut sistem PKL yang lebih efektif dan efisien. Salah satu sekolah yang berani menerapkan sistem magang diantaranya sekolah menengah kejuruan di cimahi, dengan sistem magang inilah siswa bersekolah selama 3 tahun dan mempertanggungjawabkan semua hasilnya selama setahun termasuk magang tersebut.
Dalam pelaksanaanya, siswa yang melakukan PLK akan diberi bimibingan oleh satu atau dua orang guru karena setelah itu biasanya siswa diwajibkan membuat Laporan dengan standarisasi khusus yang telah ditetapkan sekolah. Ketika PLK siswa biasanya hanya duduk dan mendengarkan pemaparan dari pemateri. Sedangkan PKL, sebagian siswa ada yang mendapat tugas dari pimpinan dan ribut mengejar deadline, tetapi ada juga yang hanya diam saja. Berhubung siswa tersebut tidak memiliki keahlian apa-apa. Hal ini dapat diketahui karena siswa yang sehabis melaksanakan PKL diwajibkan membuat Laporan pula dan kemudian disidangkan, pada saat sidang beberapa siswa mengakui tidak melakukan pekerjaan yang seharusnya, karena tak memiliki keahlian. Sebenarnya perkataan tersebut kurang pantas untuk siswa SMK/MAK karena saya yakin guru produktif atau yang lainnya pasti menyampaikan materi pelajaran dengan sebaik-baiknya, hanya saja siswa tersebut yang kurang cakap dan telat mengolah segala informasi, tak ada yang perlu disalahkan semua hanya perlu mengulang dan mengulang.
Perlu saya sampaikan bahwa dunia kerja tidak se-asik yang diperlihatkan diacara televisi, bahkan lebih keras dari itu. Bahkan jika kita dimaki-maki pimpinan padahal pekerjaan kita sudah benar, jangan heran itulah dunia kerja. Namun, selain keras kita akan menemukan dunia baru yang sangat berbeda dari biasanya yang akan menambah pelajaran untuk diri kita sendiri. Sebagai tambahan informasi dengan banyaknya tugas atau kegiatan maupun pembuatan Laporan sesudah PLK dan PKL, lulusan siswa SMK/MAK disetarakan dengan lulusan D1.
Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan PLK dengan PKL tentu beda, PLK hanya diperkenalkan bagaimana lingkungan kerja dan cara prakteknya, sedangkan PKL langsung terjun kedunia industri dan mempraktekan tugas dan teori yang telah dipelajari kedalam dunia kerja.

0 komentar:

Posting Komentar